BuolPedia - Mengenal Suku Buol: Tradisi, Geografi, dan Kuliner Khas Kabupaten Buol
Kabupaten Buol di Sulawesi Tengah adalah rumah bagi Suku Buol, salah satu suku asli Indonesia yang kaya akan tradisi dan budaya.
Terletak di lengan utara Pulau Sulawesi, wilayah ini membentang dari Lakuan di barat hingga Umu Paleleh di timur. Secara geografis, Kabupaten Buol berada pada koordinat 0°35' – 1°20' Lintang Utara dan 120°00' – 122°09' Bujur Timur.
Dengan Laut Sulawesi di utara, kabupaten ini berbatasan dengan Provinsi Gorontalo di timur dan selatan, Tolitoli di barat, serta Parigi Moutong di barat daya.
Sejarah Nama Buol
Nama “Buol” berasal dari istilah “Bwuolyo,” yang diturunkan dari kata “Bwulya” atau “buih.”
Pada masa kolonial, orang Belanda mengubahnya menjadi “Bwool,” yang kemudian berkembang menjadi “Boel” sebelum akhirnya disesuaikan dengan ejaan modern menjadi “Buol.”
Persebaran dan Kehidupan Suku Buol
Suku Buol, sebagai penduduk asli Kabupaten Buol, saat ini telah tersebar pada 11 kecamatan yang ada yaitu:
![]() |
Peta administrasi Kabupaten Buol saat ini diolah dari: https://sulteng.bpk.go.id/peta-administrasi-kabupaten-buol/ |
- Momunu
- Lakea
- Bokat
- Bunobogu
- Paleleh
- Biau
- Tiloan
- Bukal
- Gadung
- Karamat
- Paleleh Barat
Dulunya, Kabupaten Buol hanya terdiri dari lima kecamatan, yaitu Momunu, Bokat, Bunobogu, Paleleh, dan Biau. Perkembangan administratif memperluas wilayah ini, mencerminkan pertumbuhan masyarakatnya.
Warisan Kerajaan Buol
Kabupaten Buol memiliki sejarah panjang sebagai bekas wilayah Kerajaan Buol, yang berdiri sejak abad ke-13. Pemerintahan kerajaan ini terdiri dari empat unsur utama:
- Taa Bwurligan: Raja atau pemimpin.
- Taa Mogutu bwu bwulrigon: Pembuat peraturan atau “Bokidu.”
- Taa Momulrigu bwu bwulrigon: Rakyat yang menopang pemerintahan.
- Taa Momayungo bwu bwulrigon: Penegak hukum.
Pengaruh Iklim dan Alam
Meski tidak langsung berbatasan dengan Laut Sulawesi, masyarakat Buol merasakan pengaruh laut dalam perputaran musim tropis yang memengaruhi kehidupan mereka.
Kondisi ini juga mendukung keberagaman hayati dan tradisi lokal.
Kekayaan Seni dan Budaya
Seni tradisional Buol mulai berkembang sejak akhir abad ke-19, salah satunya melalui pengenalan rebana oleh masyarakat Banjar.
Alat musik lokal seperti kulintang pipini dan kulintang gong menjadi ciri khas, sementara pengaruh Arab membawa alat musik gambus yang mengiringi tari Jepeng.
Masyarakat Buol juga menciptakan tarian tradisional seperti Balumba, yang sering ditampilkan dalam pernikahan dan festival seni.
Filosofi Kehidupan Suku Buol
Kehidupan Suku Buol dipandu oleh falsafah yang mendalam, seperti:
- Tombunoepo muno dondoo mopokagun: Pemimpin harus memberi teladan.
- Naipo Molrimbat agu diapo mongotoyo: Pentingnya bertani secara intensif.
- Mongotoyopo muno dondoo monika: Kerja keras mendahului pernikahan.
- Ponginduan muno akuni Panggoba dondoo mokareja: Mengutamakan kebersamaan sebelum bekerja.
- Nai kapoi poili, nai kotigo tigogo, nai monobongo ato doyano: Hidup sederhana dan penuh etika.
Bahasa dan Kepercayaan
Bahasa Buol menjadi media komunikasi utama Suku Buol. Sebagian besar masyarakatnya beragama Islam, yang memengaruhi kehidupan sosial dan budayanya.
Ekonomi dan Tradisi Gotong Royong
Masyarakat Buol mengandalkan bercocok tanam dengan hasil utama seperti kelapa, cengkeh, rotan, dan gula enau.
Tradisi gotong royong atau Mopalus menjadi bagian integral dalam pertanian mereka. Selain itu, tambang emas di Paleleh juga menjadi potensi ekonomi yang sudah dikenal sejak era kolonial.
Keindahan Pantai dan Wisata Alam
Kabupaten Buol memiliki pantai-pantai eksotis seperti Pantai Busak dan Lilito di Paleleh.
Pemandangan yang menawan menjadikan pantai-pantai ini destinasi ideal untuk bersantai dan menikmati alam.
Ritual Adat Mongunom Manginano
Ritual pengobatan tradisional Mongunom Manginano masih dipraktikkan hingga kini.
Upacara ini melibatkan persembahan makanan seperti beras putih, merah, dan hitam, yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Kuliner Khas Suku Buol
Kuliner tradisional Buol menawarkan cita rasa autentik, seperti:
- Boid: Hidangan berbahan dasar sagu.
- Lyabulo: Olahan sagu dengan ikan atau daging.
- Yanggadiang: Kudapansagu panggang dengan gula aren.
- Yago: Sup daging dengan kelapa sangrai.
Penutup
Kabupaten Buol adalah perpaduan unik antara tradisi, alam, dan budaya yang menjadikannya salah satu permata tersembunyi di Sulawesi Tengah.
Dengan kekayaan sejarah, seni, dan kuliner, Buol menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi siapa pun yang mengunjunginya.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan dan keunikan Kabupaten Buol dalam perjalanan Anda berikutnya!
0Komentar